Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia
Ikhtisar dan Sejarah BEI
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.

Menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel untuk mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien, serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan melalui produk dan layanan yang inovatif
Teamwork
Senantiasa bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama
Integrity
Konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan dengan selalu menjunjung tinggi kejujuran, transparansi dan independensi sesuai dengan Nilai - nilai perusahaan dan norma yang berlaku
Professionalism
Menunjukkan sikap, appearance dan kompetensi dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik
Service Excellence
Senantiasa memberikan layanan terbaik bagi stakeholders
Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank

Peluncuran Bursa Karbon

Normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 2 (simetris, 20%, 25%, dan 35%)

Normalisasi jam perdagangan SPPA dan pelaporan melalui PLTE

Kampanye Aku Investor Saham

New PLTE, Mofids & Daily Watching (DW)

Peluncuran New IDX Mobile

Peluncuran Papan Pemantauan Khusus Hybrid

Normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 1 (maks 15%)

Peluncuran Indeks Papan Akselerasi

Normalisasi jam perdagangan

Microsite ESG

Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat

ESG Sector Leaders IDX KEHATI (ESGSKEHATI) dan ESG Quality 45 IDX KEHATI (ESGQKEHATI)

Penyesuaian Mekanisme Pre-Closing & Penutupan Kode Broker

Perusahaan Efek Daerah Pertama di BEI

The Best Islamic Capital Market GIFA Awards

Pengembangan e-IPO Tahap 2

Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus �X�)

Enhancement SPPA 2020 (Kuotasi Dealer Utama dan penyempurnaan UX)

Capped Adjusted Free Float Market Capitalization pada Indeks di BEI

Indeks Baru: IDX-MES BUMN 17

Pengembangan e-IPO Tahap 1

Whistleblowing System (WBS)

Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC)

Decision Support System Tahap II

Peluncuran Kontrak Berjangka IDX30 Futures dan Government Basket Bond Futures

Perubahan Maximum Price Movement produk ETF (Revitalisasi Perdagangan ETF) dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mulai beroperasi

Peluncuran IDX DNA atau Sistem Distribusi Keterbukaan Informasi Perusahaan Tercatat Terintegrasi

Peluncuran Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO)

Implementasi Protokol Baru FIX 5, ITCH dan OUCH

Peluncuran Papan Akselerasi

The Best Islamic Capital Market GIFA Awards

Integrasi IDX-Net SPE OJK dan implementasi e-Registration

Best Companies to Work For in Asia dari HR Asia

Bergabung dalam Sustainable Stock Exchange (SSE)

PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) mendapatkan izin operasional dari OJK

Penambahan Tampilan Informasi Notasi Khusus pada kode Perusahaan Tercatat

Launching Penyelesaian Transaksi T+2 (T+2 Settlement)

Pembaruan Sistem Perdagangan dan New Data Center

Peresmian IDX Incubator

Relaksasi Marjin

Penyesuaian kembali batas Autorejection. Selain itu, pada tahun 2016, BEI ikut menyukseskan kegiatan Amnesty Pajak serta diresmikannya Go Public Information Center

Pendirian PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI)

Penyesuaian Kembali Tick Size

Peluncuran IDX Channel

Tahun diresmikannya LQ-45 Index Futures

Launching Kampanye Yuk Nabung Saham

TICMI bergabung dengan ICaMEL

Penyesuaian kembali Lot Size dan Tick Price

Pembaruan Jam Perdagangan

Peluncuran Prinsip Syariah dan Mekanisme Perdagangan Syariah.

Pembentukan Securities Investor Protection Fund (SIPF)

Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan

Pendirian PT Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL)

Pendirian Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI)

Peluncuran Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG

Pemberlakuan Suspensi Perdagangan

Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)

Perilisan Stock Option

Penyelesaian Transaksi T+4 menjadi T+3

BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)

Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia

Pendirian Kustodian Sentra Efek Indonesia(KSEI)

Pendirian Kliring Penjaminan Efek Indonesia(KPEI)

Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya

Pemerintah mengeluarkan Undang �Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996

Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)

Pendirian PT Pemeringkat Efek Indonesia(PEFINDO)

Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ

Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat

Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya

Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal

Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer

Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia

Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal

Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama

Perdagangan di Bursa Efek vakum

Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif

Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II

Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup

Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya

Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I

Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank

Peluncuran Bursa Karbon

Normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 2 (simetris, 20%, 25%, dan 35%)

Normalisasi jam perdagangan SPPA dan pelaporan melalui PLTE

Kampanye Aku Investor Saham

New PLTE, Mofids & Daily Watching (DW)

Peluncuran New IDX Mobile

Peluncuran Papan Pemantauan Khusus Hybrid

Normalisasi batas Auto Rejection Bawah (ARB) tahap 1 (maks 15%)

Peluncuran Indeks Papan Akselerasi

Normalisasi jam perdagangan

Microsite ESG

Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat

ESG Sector Leaders IDX KEHATI (ESGSKEHATI) dan ESG Quality 45 IDX KEHATI (ESGQKEHATI)

Penyesuaian Mekanisme Pre-Closing & Penutupan Kode Broker

Perusahaan Efek Daerah Pertama di BEI

The Best Islamic Capital Market GIFA Awards

Pengembangan e-IPO Tahap 2

Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus �X�)

Enhancement SPPA 2020 (Kuotasi Dealer Utama dan penyempurnaan UX)

Capped Adjusted Free Float Market Capitalization pada Indeks di BEI

Indeks Baru: IDX-MES BUMN 17

Pengembangan e-IPO Tahap 1

Whistleblowing System (WBS)

Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC)

Decision Support System Tahap II

Peluncuran Kontrak Berjangka IDX30 Futures dan Government Basket Bond Futures

Perubahan Maximum Price Movement produk ETF (Revitalisasi Perdagangan ETF) dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mulai beroperasi

Peluncuran IDX DNA atau Sistem Distribusi Keterbukaan Informasi Perusahaan Tercatat Terintegrasi

Peluncuran Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO)

Implementasi Protokol Baru FIX 5, ITCH dan OUCH

Peluncuran Papan Akselerasi

The Best Islamic Capital Market GIFA Awards

Integrasi IDX-Net SPE OJK dan implementasi e-Registration

Best Companies to Work For in Asia dari HR Asia

Bergabung dalam Sustainable Stock Exchange (SSE)

PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) mendapatkan izin operasional dari OJK

Penambahan Tampilan Informasi Notasi Khusus pada kode Perusahaan Tercatat

Launching Penyelesaian Transaksi T+2 (T+2 Settlement)

Pembaruan Sistem Perdagangan dan New Data Center

Peresmian IDX Incubator

Relaksasi Marjin

Penyesuaian kembali batas Autorejection. Selain itu, pada tahun 2016, BEI ikut menyukseskan kegiatan Amnesty Pajak serta diresmikannya Go Public Information Center

Pendirian PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI)

Penyesuaian Kembali Tick Size

Peluncuran IDX Channel

Tahun diresmikannya LQ-45 Index Futures

Launching Kampanye Yuk Nabung Saham

TICMI bergabung dengan ICaMEL

Penyesuaian kembali Lot Size dan Tick Price

Pembaruan Jam Perdagangan

Peluncuran Prinsip Syariah dan Mekanisme Perdagangan Syariah.

Pembentukan Securities Investor Protection Fund (SIPF)

Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan

Pendirian PT Indonesian Capital Market Electronic Library (ICaMEL)

Pendirian Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI)

Peluncuran Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG

Pemberlakuan Suspensi Perdagangan

Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)

Perilisan Stock Option

Penyelesaian Transaksi T+4 menjadi T+3

BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)

Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia

Pendirian Kustodian Sentra Efek Indonesia(KSEI)

Pendirian Kliring Penjaminan Efek Indonesia(KPEI)

Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya

Pemerintah mengeluarkan Undang �Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996

Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)

Pendirian PT Pemeringkat Efek Indonesia(PEFINDO)

Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ

Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat

Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya

Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal

Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer

Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia

Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal

Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama

Perdagangan di Bursa Efek vakum

Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif

Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II

Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup

Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya

Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I

Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda

